Sabtu, 14 Mei 2016

Pengembangan Peserta Didik



   Pengembangan Peserta Didik
Perkembangan bila ditinjau dari sisi intelek merupakan proses pertumbuhan cara berpikir, cara berprilaku, dan cara pandang seseorang terhadap objek tertentu serta bagaimana seseorang mengambil keputusan yang bijaksana sebagai solusi pemecahan sebuah masalah. Sedangkan bila ditinjau dari sisi biologisnya, perkembangan merupakan proses berkembangnya organ-organ tubuh seperti organ pencernaan, pernapasan, reproduksi dan lain-lain. Agar seorang anak dapat berkembang dengan baik, maka dibutuhkan interaksi yang baik dengan individu lain, dan mendapatkan bimbingan dari orang lain, sehingga ia bisa tumbuh menjadi manusia yang berguna  bagi orang lain juga. Proses bimbingan tersebut bisa secara formal ataupun non-formal, serta dilingkungan yang dapat memberikan hal-hal positif bukan negatif.
Pengembangan peserta didik merupakan proses merubah sikap, tingkah laku , cara pandang dan cara berpikir dari para peserta didik, agar lebih efektif dan efisien, sebagai  wujud pengembangan talenta atau anugerah yang diberikan Tuhan kepada umat manusia. Dalam proses pengembangan peserta didik, terdapat dua syarat penting, yaitu adanya peserta didik, adanya para pendidik serta adanya perihal yang merupakan tujuan dari pengembangan peserta didik itu sendiri. Sebagai mahluk sosial, manusia pada hakekatnya tidak dapat hidup dan berkembang sendiri. Seperti peserta didik yang tidak dapat berkembng sendiri, tanpa adanya pengawasan dan pelatihan dari para pendidik. Bisa kita lihat, bahwa banyak orang yang ikut dalam organisasi seperti OSIS, BEM dan lain-lain, merupakan suatu proses untuk mengembangkan diri menjadi individu yang berkualitas. Dalam suatu proses pengembangan peserta didik, bukan hanya otaknya yang diasah tetapi juga kemampuannya untuk bisa terlibat dalam organisasi, terlibat dalam kegiatan sosial, terlibat dalam kegiatan keagamaan serta terlibat dalam kegiatan manusiawi, sebagai bentuk keberhasilan dalam sebuah pembelajaran, yang mengarah pada berkembangnya rasa peduli terhadap sesama manusia dan rasa memiliki suatu  organisasi, dengan menanamkan sikap loyalitas(setia) pada organisasi tersebut.
Lalu muncul pertanyaan”, mengapa manusia harus berkembang?” jawabannya adalah manusia harus berkembang karena manusia diciptakan untuk dapat tumbuh dan berkembang bukan tetap pada keadaan sebelumnya. Manusia harus berkembang agar bisa keluar dari keterpurukan ekonomi dan sosial dan manusia harus berkembang karena harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan iptek. Secara logisnya, manusia yang pendidikan dan kretifitasnya tidak diasah akan menjadi penyebab banyaknya pengangguran di suatu negara. Karena kesulitan menemukan pekerjaan tanpa kemampuan yang baik, maka akan berujung pada pencurian dan lain-lain. Berbeda dengan mereka yang melakukan korupsi seperti para pejabat negara. Otak dan kemampuan mereka memang diasah sedemikian rupa, namun sisi kemanusiaan dan keagamaan mereka lemah. Jadi pengembangan peserta didik ini, tidak boleh dipandang sebelah mata. Hal ini memberika berbagai dampak buruk apabila tidak ditanamkannya nilai-nilai positif pada para peserta didik.
Kesimpulannya, pengembangan peserta didik, merupakan proses untuk mengubang manusia yang tidak memiliki kemampuan untuk bersaing, menjadi manusia yang mampu bersaing dengan manusia lain, dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini, dibutuhkan pula pengembangan sikap loyalitas, manusiawi dan memahami nilai-nilai keagamaan, agar terhindar dari berbagai macam hal yang dapat merupakan citra seseorang sebagai mahluk yang disebut manusia.